Telkom Gunakan Teknologi AI Super Komputer NVIDIA DGX A100 yang Pertama di Indonesia

Jakarta, 31 Desember 2020 – Dalam rangka mewujudkan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital pilihan utama yang dapat memajukan masyarakat, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus mengekplorasi pengembangan business digital khususnya teknologi-teknologi masa depan yang diprediksi dalam 3 hingga 5 tahun mendatang (Horizon 2 & 3) akan menjadi teknologi mainstream. Salah satunya adalah riset teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk area AI Voice, AI Image/Video, dan AI Text/NLP. Teknologi AI diprediksi akan menjadi bisnis yang sangat besar di masa depan, dimana teknologi AI dan analytic juga akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan Industry 4.0.

Sepanjang tahun 2020, Telkom mengembangkan Laboratorium ATR (Advanced Technology Research) yang akan meliputi Lab AI, Lab Robotic, Lab RPA (Robotic Programming Automation), Lab Blockchain, Lab AR (Augmented Reality)/VR (Virtual Reality), Lab Biosignal dan teknologi terdepan lainnya. Saat ini, Lab ATR milik Telkom telah dilengkapi dengan NVIDIA DGX A100 yaitu perangkat super komputer yang canggih dan khusus dirancang untuk menangani workload AI, yang akan digunakan untuk mendukung riset di Lab AI agar lebih cepat dalam pemprosesan data training dan pemodelan algoritma AI. Telkom menjadi pengguna AI super komputer tercanggih (NVIDIA DGX A100) yang pertama di Indonesia. Diharapkan perangkat ini dapat mengakselerasi pengembangan solusi berdasarkan use case di Lab AI supaya lebih optimal dan lebih cepat dalam menghasilkan produk berbasis AI.

Direktur Digital Business telkom, M. Fajrin Rasyid, menyampaikan, “Menjadi pengguna AI super komputer tercanggih (NVIDIA DGX A100) yang pertama di Indonesia, merupakan wujud komitmen kami dalam mengembangkan business digital ke depannya. Dengan kemampuan NVIDIA DGX A100 yang merupakan platform untuk AI dengan performance terbaik di dunia saat ini, diharapkan riset dan use case yang dikembangkan di Laboratorium Inovasi Digital yang berfokus pada eksplorasi perkembangan bisnis digital khususnya untuk teknologi masa depan, akan lebih optimal dan lebih cepat dalam menghasilkan produk berbasis AI di Telkom serta mampu mengakselerasi perkembangan talenta digital di Indonesia.”

Fajrin menambahkan, Telkom juga ingin berkontribusi kepada masyarakat sebagai technology hub yang memberikan layanan incubator untuk perusahaan startup dan berkolaborasi dalam hal riset AI dengan berbagai universitas, bisnis, komunitas, pemerintahan, dan media. “Hingga saat ini, Telkom secara aktif turut serta dalam riset di bidang kesehatan terutama dengan menggunakan teknologi AI, seperti deteksi dini penyakit mata berdasarkan medical image dari mata,” ungkapnya.

Dalam rangka bertransformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital, Telkom fokus kepada tiga domain bisnis digital yakni digital connectivity, digital platform dan digital services. AI merupakan salah satu bagian dari digital platform dimana Telkom akan terus mengakselerasi domain ini dengan menyediakan smart platform di atasnya sebagai enabler berbagai layanan dan solusi ICT. “Kehadiran Lab ATR dengan perangkat komputer super canggih NVIDIA DGX A100 diharapkan dapat mendukung pengembangan riset AI sehingga dapat menghasilkan use case yang bermanfaat dan meningkatkan daya saing Indonesia melalui inovasi-inovasi yang diciptakan, tidak hanya bagi Telkom tapi BUMN dan instansi lain. Ke depannya implementasi AI diharapkan dapat mentransformasi masyarakat Indonesia menjadi lebih kompetitif melalui perubahan-perubahan yang terjadi di ruang lingkup sosial dan bisnis yang akan meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata internasional,” tutup Fajrin.
PT. Epsindo Prima Sinergi (Epsindo) saat ini merupakan satu-satunya NVIDIA Elite Partner di Indonesia. Epsindo sebagai salah satu rekanan Telkom di bidang AI dan data science, sangat fokus dalam membantu mengakselerasi adopsi AI di Indonesia dan juga mengakselerasi dalam pendidikan di bidang AI dan data science (pengembangan Talenta AI). Selain di enterprise seperti Telkom, Epsindo juga banyak melakukan investasi dalam membangun market AI di Indonesia khususnya untuk NVIDIA. Epsindo juga banyak terlibat dalam pengembangan Pusat AI di beberapa kampus di Indonesia.
“Saya mengucapkan selamat kepada PT. Telkom yang merupakan pengguna AI super komputer tercanggih (NVIDIA DGX A100) yang pertama di Indonesia,” kata Rene I. Widjaja selaku CEO PT. Epsindo Prima Sinergi, ”Dengan kemampuan NVIDIA DGX A100 yang merupakan platform untuk AI dengan performance terbaik di dunia saat ini, diharapkan riset dan use case yang dikembangkan di Lab AI ATR akan lebih optimal dan lebih cepat dalam menghasilkan produk berbasis AI di Telkom dan memberikan sumbangsih bagi bangsa Indonesia.”
Hadirnya NVIDIA DGX A100 ini diharapkan untuk dapat mengakselerasi pengembangan dan research di bidang AI dan data science dan menempatkan Telkom sebagai salah satu perusahaan terdepan di bidang AI.